RENUNGAN PETANG 27 FEBRUARI 2017

Roh Kudus Menyatukan Kita Melalui Baptisan



Bacalah 1 Korintus 12:13. Bagaimanakah baptisan menyatukan kita dengan Kristus dan dengan Roh Kudus?


Roh Kuduslah yang menyatukan kita ke dalam satu tubuh umat percaya. Jalan masuk umum kepada kerajaan rohani Kristus adalah melalui baptisan. Kita dibaptiskan ke dalam sebuah tubuh jemaat tertentu. Jadi, baptisan memiliki sebuah dimensi pertalian yang nyata dan penerapan kesatuan yang penting bagi jemaat. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak boleh hidup hanya oleh karena diri kita sendiri. Kita membutuhkan dukungan, dikuatkan, dan bantuan orang lain. Dan kita pastinya tidak dapat memenuhi misi Ilahi oleh usaha sendiri. Oleh karena alasan itulah mengapa Allah menciptakan jemaat itu. Mengikuti Kristus artinya mengikuti Dia di dalam persekutuan dengan anggota jemaat lainnya. Sehingga, baptisan dan jemaat memiliki bagian yang tampak di dalam kehidupan umat percaya..


Bacalah Rm. 6:3-7. Apakah yang dilambangkan melalui baptisan Alkitabiah?


Tindakan dikuburkan bersama Yesus Kristus melalui baptisan ke dalam kematian di dalam kuburan air dan dibangkitkan kepada kehidupan yang baru di dalam persekutuan dengan Yesus Tuhan dan Juruselamat kita melambangkan penyaliban terhadap kehidupan yang lama dan pengakuan umum penerimaan Yesus sebagai Penyelamat kita.


“Baptisan adalah sebuah penolakan yang paling sungguh-sungguh terhadap dunia. Diri yang menyatakan mati atas kehidupan berdosa. Air menutupi calon baptisan, dan di hadapan segenap alam semesta janji diikrarkan. Di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, manusia dibaringkan dalam kubur air, dikuburkan bersama Kristus di dalam baptisan, dan dibangkitkan dari kuburan air untuk menghidupkan sebuah kehidupan baru yang setia kepada Allah.”—Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1074.


Baptisan adalah sebuah langkah positif yang harus dipenuhi oleh semua orang yang mau berada di bawah pimpinan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dengan kata lain, baptisan adalah tanda pertobatan yang benar, penyaliban kehidupan yang lama, dan itu menandakan kelahiran baru atau perubahan hidup. Itu juga meliputi perjanjian kewajiban bersama. Orang percaya berjanji untuk setia kepada Allah dan hukum-hukum-Nya, dan Allah menjamin bahwa kita dapat bergantung pada bantuan-Nya ketika hal itu kita butuhkan.


Sudahkah Anda membuat keputusan untuk baptisan orang percaya? Jika belum, apakah yang menghalangi Anda dari mengikuti Kristus di dalam baptisan? Jika Anda sudah dibaptis diselamkan, bagaimanakah janji baptisan memengaruhi perjalanan kerohanianmu bersama Yesus?

Advertisements