RENUNGAN PETANG 26 FEBRUARI 2017

​Roh Kudus Menyatukan Kita dengan Kristus



Roh Kudus menyatukan kita dalam berbagai cara. Kita tidak akan ada sebagai jemaat jika Roh Kudus sebelumnya tidak menyatukan kita dengan Kristus. Kristus adalah kepala jemaat (lihat Ef. 1:22, 23; 5:23). Melalui Roh Kudus, kita dengan efektif disatukan kepada diri Kristus. Disatukan dengan Kristus adalah dasar dari semua berkat keselamatan, karena semua yang kita miliki di dalam Tuhan datang dari-Nya. Pengadopsian kita sebagai anak lelaki dan anak perempuan Kristus, pembenaran kita, termasuk penyucian kita, kehidupan kemenangan kita atas dosa, dan kemuliaan kita semuanya diterima melalui persatuan kita dengan Kristus. Jadi, Kristus haruslah menjadi fondasi untuk semua pengalaman Kekristenan kita.


Bacalah Efesus 2:18, 20-22 dan 1 Petrus 2:6, 7. Apakah yang mereka katakan kepada kita tentang peran Kristus dan Roh Kudus di dalam penciptaan jemaat?


Melalui Roh Kudus, kita memiliki jalan masuk kepada Allah Bapa. Yesus adalah batu penjuru, dasar keselamatan kita, dan satu-satunya landasan oleh mana semua bagian bangunan didirikan.


Pekerjaan Roh Kudus pada tingkat individu menuntun kepada sebuah kumpulan iman tertentu yang disebut jemaat. Hanya ketika kita mengalami keselamatan melalui iman di dalam Kristus Yesus dan dijamah oleh kasih Allah, maka ada sebuah “persekutuan dengan Roh Kudus” (2 Kor. 13:14) yang manis dalam jemaat. Setiap umat percaya, secara individu, dibangun ke dalam sebuah rumah rohani milik Allah “di dalam Roh” (Ef. 2:22). Sebagai pengikut Kristus, kita harus ingin sekali “memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (Ef. 4:3). Dalam setiap cara yang memungkinkan, tanpa berkompromi dengan sesuatu yang tidak boleh kita kompromikan, kita perlu mencari kesatuan di dalam persekutuan umat percaya.


Bacalah Kolose 3:12-14. Bagaimanakah Anda dapat memberikan contoh sifat-sifat tersebut dan berkontribusi bagi kesatuan di dalam jemaat? Mengapakah sifat-sifat ini sangatlah penting bagi kesatuan jemaat?

Advertisements