RENUNGAN PETANG 24 FEBRUARI 2017

Pendalaman


Pendalaman: Bacalah tulisan Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 536-543, 624-634.


Beberapa orang bertanya: “Mengapakah kita tidak melihat mukjizat-mukjizat yang sama, seperti mukjizat penyembuhan, saat ini yang dilihat juga di zaman Alkitab?” Pertama, kita memang mendengar cerita-cerita tentang mukjizat. Dan sudah pasti juga banyak orang sudah pernah menyaksikannya langsung. Kedua, ketika membaca Alkitab, kita bisa mendapatkan kesan bahwa mukjizat-mukjizat yang lalu itu selalu terjadi. Namun kita mendapatkan kesan tersebut oleh karena Roh Kudus menginspirasikan penulis-penulis Alkitab untuk mencatat peristiwa-peristiwa yang penting di dalam membangun jemaat, dan peristiwa-peristiwa ini sering melibatkan mukjizat-mukjizat. Kita dapat bayangkan bahwa hampir di semua kasus, dan hampir Semua waktu, segala hal yang lalu adalah cara yang sama saat ini: Orang-orang diajarkan Firman Allah dan kemudian merespons kembali kepada Roh Kudus. Dan akhirnya Ellen G. White menulis: “Cara Kristus bekerja adalah mengkhotbahkan Firman, dan menghilangkan penderitaan melalui pekerjaan mukjizat penyembuhan. Tetapi saya diperintahkan bahwa kita tidak dapat bekerja saat ini dengan cara tersebut, karena Setan akan melakukan kuasanya dengan membuat mukjizat-mukjizat. Pelayan-pelayan Allah saat ini tidak dapat bekerja dengan alat mukjizat-mukjizat, karena pekerjaan-pekerjaan penyembuhan yang palsu, diakui dari Ilahi, akan dibuat Setan. Untuk alasan ini Tuhan telah menandakan sebuah cara yang oleh mana umat-Nya dapat lakukan untuk membawa ke depan sebuah pekerjaan penyembuhan fisik, digabungkan dengan pengajaran Firman. Rumah sakit haruslah didirikan, dan dengan institusi-institusi, akan dibawa pekerjaan misionaris kesehatan yang asli. Jadi sebuah pengaruh yang terjaga diberikan kepada semua yang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.”—Ellen G. White, Selected Messages, jld 2, hlm. 54.


Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan :

  • Apakah perbedaannya antara buah Roh dan karunia Roh?


  • Bagaimanakah pengertian bahwa karunia itu diberikan oleh Allah yang pengasih dan bijaksana dapat menolong kita untuk menghargai jenis-jenis karunia di dalam jemaat kita?


  • Mengapakah mukjizat kesembuhan dan tanda-tanda yang mengherankan bukanlah penuntun yang aman untuk menentukan kebenaran? Apakah yang kita butuhkan untuk mengenal hal-hal ini?


  • “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (Rm 12:3). Peringatan penting apakah yang diberikan kepada kita di ayat ini? Bagaimana “tinggi”kah seharusnya kita berpikir tentang diri kita?

Advertisements