RENUNGAN PETANG 23 FEBRUARI 2017

​Roh Kudus dan Karunia Membedakan Roh



Bacalah 1 Korintus 12:10; 14:29 dan 1 Yohanes 4:1-3. Mengapakah karunia membedakan roh sangatlah penting?


Sementara ada karunia asli dalam gereja, Alkitab juga mengamarkan kita untuk tidak memercayai setiap roh tetapi menguji roh-roh tersebut dengan menyelaraskan mereka dengan Alkitab, ketepatan kata-kata mereka yang terus-menerus, dan apakah mereka memuliakan Yesus sebagai Tuhan. Adalah penting untuk “membedakan bermacam-macam roh” (1 Kor. 12:10) karena bukan semua yang menganggap diri datang dari Allah benar-benar dari Allah. Kita diamarkan bahwa ada kuasa-kuasa kejahatan sedang mencari cara untuk menyesatkan gereja, dan bahwa akan ada karunia tiruan dari si Jahat yang menyerupai karunia rohani yang asli, seperti pengajaran palsu, nubuatan palsu, penglihatan yang penuh dusta, bahasa roh palsu, kuasa-kuasa penyembuhan gaib, tanda-tanda yang menyesatkan, mukjizat dan keajaiban sesat, dan sebagainya.


Bahkan saat ini, beberapa yang menerima keabsahan karunia roh telah menaruh penekanan khusus pada beberapa karunia rohani dan telah memberikan perhatian yang tidak berdasar untuk tanda-tanda dan keajaiban khusus. Sangat menarik di mana Paulus mendaftarkan karunia membedakan roh tepat sesudah dia menyebutkan karunia “membuat mukjizat” dan karunia “bernubuat” dan sebelum ia menyebutkan karunia lidah (1 Kor 12:10).


Agar menjaga gereja dalam kebenaran dan kesatuan dan untuk melindungi umat dari mengikuti pengajar-pengajar palsu dan dari tipuan tanda-tanda dan mukjizat palsu, Allah memberikan gereja-Nya karunia membedakan bermacam roh. Kedewasaan Alkitabiah, pengetahuan, dan kesetiaan terhadap Firman Allah dalam iman dan praktik dibutuhkan untuk membuat pengujian yang tepat. Dasar dari semua cara untuk membedakan haruslah Firman Allah. Hanya melalui pengujian Firman Tuhan maka kita dapat ketahui dengan pasti apakah hal yang kita dengar atau lihat adalah sungguh dari Tuhan, ataukah dari tempat lain.


“Orang yang membuat pekerjaan mukjizat sebagai penguji imannya akan menemukan bahwa Setan melakukan hal yang sama, melalui sebuah tipuan khusus, menyatakan hal-hal yang mengherankan yang tampaknya seperti mukjizat-mukjizat yang asli…. Jangan biarkan hari-hari berlalu dan kesempatan-kesempatan yang berharga hilang tanpa mencari Tuhan dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa. Jika kita tidak menerima kebenaran di dalam kasih akan kebenaran itu, kita akan berada di antara mereka yang akan melihat mukjizat yang dilakukan Setan di hari-hari terakhir ini, lalu memercayainya. Banyak hal-hal aneh akan tampak seperti mukjizat-mukjizat yang mengherankan, yang seharusnya dianggap sebagai hasil tipuan bapa segala dusta…. Orang-orang yang berada di bawah pengaruh roh-roh jahat akan melakukan mukjizat-mukjizat.”—Ellen G. White, Selected Messages, jld. 2, hlm. 52, 53.

Advertisements