RENUNGAN PAGI 22 FEBRUARI 2017

​Keanggotaan Gereja: Sebuah Perjanjian



“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”(Matius 28:19).



Baptisan adalah perjanjian seseorang kepada Allah di samping komitmen perjanjian seseorang kepada tubuh-Nya yang kelihatan di dunia, yaitu gereja yang diorganisasikan.


Sebagai pintu gerbang kepada keanggotaan gereja, baptisan adalah pernyataan seseorang dari niat tulus untuk menghormati hukum dari para pemimpin gereja, dan bekerja dengan setia untuk Keberhasilannya. Karena itu, baptisan mengikat Orang percaya dalam kewajiban kudus untuk bekerja sama demi kepentingan satu sama lain serta kepentingan gereja itu. Baptisan tidak hanya sekadar penolakan tegas terhadap kerajaan kegelapan, tetapi juga pernyataan dukungan sepenuh hati untuk kerajaan terang dan segala maksudnya.


Komitmen perjanjian kepada gereja meliputi, antara lain, kesaksian pribadi dalam kegiatan kita sehari-hari, kegiatan memenangkan jiwa yang terorganisasi, penggunaan karunia rohani yang telah dikenali dalam pekerjaan gereja, dan membagikan kepemilikan materi (keuangan kita) untuk mendukung program gereja. Perjanjian keanggotaan yang dimeteraikan dengan baptisan seringkali merupakan panggilan untuk penyangkalan diri dan pengorbanan. Kita harus, jika kasih Kristus menerangi hati kita. bersukacita terhadap gereja, terhadap fasilitasnya, terhadap bantuannya, serta inisiatif jangkauan keluar sebagai panggilan rohani kita untuk mengangkat senjata—kewajiban kita yang layak dalam hubungan perjanjian yang telah kita buat dengan Kristus.


Perjanjian kita dengan gereja, berarti kita menghormati aturannya, melindungi namanya, mendukung misinya, dan menyatakan Tuhan dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa kita, dibaptis tanpa ketetapan seperti itu berarti belum dikuburkan dan bangkit bersama Dia. Dibaptis dengan pemahaman dan keinginan seperti itu berarti bangkit dari air sebagaimana telah dicerahkan, berkomitmen, pasukan yang efektif Bagi salib, surat sebagai rasul yang produktif menjadi saluran yang baik untuk pekerjaan-Nya, dan tentara yang setia dalam pasukan kebenaran.

Advertisements