RENUNGAN PETANG 21 FEBRUARI 2017

Tujuan Karunia Roh



Bacalah Rm. 12:3-8 dan Efesus 4:8-12. Apakah maksud karunia Roh yang Allah berikan kepada kita?


Dengan jelas karunia Roh diberikan untuk pelayanan, bukan untuk penyucian kita. Karunia Roh itu bukanlah trik ajaib yang memuaskan keingintahuan kita, bukan juga diberikan sebagai penangkal kejemuan. Kita sering berpikir karunia roh ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rohani kita, atau sebagai penguat dalam perjalanan kita bersama Allah. Hasilnya adalah sebuah pandangan tentang karunia Roh Kudus yang lebih berpusat kepada diri orang Kristen daripada berpusat pada Kristus. Cara pandang seperti itu lebih berfokus kepada diri kita daripada Allah. Ketika kita mencoba memperbaiki cara pandang kita bahwa karunia Roh berpusat kepada Allah maka kita akan menyadari bahwa karunia yang Allah karuniakan adalah untuk memenuhi beberapa maksud Ilahi: Karunia diberikan untuk memperkuat kesatuan jemaat dan untuk membangun jemaat (Ef. 4:12-16). Karunia diberikan untuk membawa pelayanan gereja yang ditugaskan Allah (Ef. 4:11, 12). Dan yang terutama diberikan untuk kemuliaan Allah (1 Ptr 4:10, 11).


Inilah alasannya mengapa karunia tersebut tidak pernah diberikan untuk menyenangkan kita. Karunia itu diberikan untuk mendatangkan perbaikan kepada orang lain (1 Ptr. 4:10; 1 Kor. 14:12, 26). Karunia diberikan untuk membawa keuntungan rohani dan perbaikan bagi seluruh jemaat. Menjadi sebuah tragedi bila karunia Allah, yang seharusnya untuk membantu persatuan dalam jemaat, disalahgunakan sehingga hanya beberapa individu saja yang diperbaiki. Bila ini terjadi, setiap pribadi menerima keadaan yang tidak pantas. Ini malah akan menumbuhkan perpecahan dan memberi ruang untuk terpecah-belah.


Terlalu sering kita menganggap karunia rohani hanyalah istilah kemampuan dan talenta yang kita terima. Sementara talenta dilibatkan dalam karunia rohani, kita harus mengingat bahwa pemberian karunia Roh selalu disertai oleh -Roh Kudus dengan sebuah tugas atau pelayanan yang khusus (1 Ptr. 4:10). Jadi, kita dapat mengatakan bahwa karunia rohani adalah kecakapan tertentu yang diberikan secara luar biasa oleh Allah melalui Roh Kudus. Karunia-karunia ini memampukan seseorang untuk sebuah bentuk pelayanan yang istimewa yang akan membangun jemaat. Untuk mencapai tujuan tersebut, karunia yang berbeda-beda sangat diperlukan.


Mengapakah Anda pikir bahwa maksud utama karunia itu adalah untuk kesatuan jemaat? Bagaimanakah jemaat dengan karunia yang berbeda-beda dapat membuat kesatuan dalam jemaat? Kebutuhan apakah yang diperlukan agar karunia yang berbeda di dalam jemaat lebih menjadi berkat daripada sumber perpecahan?

Advertisements