RENUNGAN PETANG 20 FEBRUARI 2017

Allah, Pemberi Karunia Roh yang Berkuasa



Bukanlah kita yang memutuskan karunia apa yang kita miliki. Kata Yunani untuk karunia Roh adalah charismata—semua itu adalah karunia anugerah, dibagikan dan diberikan oleh Allah sendiri. Kita tidak mendapatkannya oleh karena status kita, posisi kita, kehormatan kita, pendidikan kita, atau penampilan kerohanian kita. Itu semuanya adalah pemberian, diberikan dengan gratis dari kasih agar kita dapat memenuhi tugas Allah yang diserahkan untuk kita lakukan.


Bacalah Efesus 4:7. Kita sering berpikir bahwa Roh Kudus adalah satu-satunya Pribadi yang memberikan karunia Roh. Rasul Paulus juga menghubungkan Yesus Kristus dengan pemberian karunia ini. Bagaimanakah Yesus terlibat di dalam memberikan karunia ini?


Paulus mengatakan bahwa anugerah Kristus berhak memberikan karunia kepada kita. Tetapi Roh Kuduslah yang membagikan karunia tersebut kepada anggota jemaat. Mereka yang sudah menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat pribadi mereka dan percaya kepada-Nya akan diperlengkapi oleh Roh Kudus dengan karunia Roh “seperti yang dikehendaki-Nya” (1 Kor. 12:11). Penganugerahan karunia adalah keputusan kekuasaan Allah.


Bakat alami dan sejenisnya bukanlah sebuah karunia rohani. Karunia-karunia rohani tidak sama dengan talenta alami yang seseorang dapat kembangkan melalui pendidikan yang hebat. Banyak orang yang bukan Kristen diberkati dengan talenta-talenta yang baik. Sementara segala sesuatu yang baik dan pemberian yang sempurna adalah benar-benar berasal dari Allah (Yak. 1:17), Allah memutuskan untuk melengkapi umat-Nya yang percaya dengan karunia khusus dengan maksud untuk memberkati kehidupan orang Kristen lainnya dan untuk membangun jemaat-Nya. Allah juga dapat menggunakan satu talenta alami untuk maksud yang sama ketika orang tersebut menyadari bahwa talentanya itu sesungguhnya datang dari Allah dan dengan penuh doa dan penyerahan mendedikasikan talenta tersebut untuk pekerjaan Allah.


Apakah yang dikatakan oleh Paulus kepada pembacanya di dalam 1 Korintus 12:14-31 mengenai pembagian karunia? Mengapakah cara pandang ini sangatlah penting untuk memahami bagaimana karunia rohani berfungsi di dalam jemaat?


Hanya Roh Kuduslah yang membagikan karunia sesuai dengan hikmat dan kehendak-Nya. Karena Dia mengasihi kita dan mengetahui yang terbaik bagaimana kita dapat melayani Dia dengan cara yang paling efisien, maka kita tidak perlu cemburu kepada orang lain dan kepada karunia yang mereka terima. Mencemburui karunia orang lain adalah sebuah tanda tidak bersyukur terhadap Allah dan meragukan hikmat-Nya dalam membagikan karunia tersebut.


Karunia apakah yang diberikan Allah kepada anggota jemaat Anda? Pekabaran apakah yang Anda bisa peroleh dari fakta bahwa orang yang berbeda memiliki karunia yang berbeda pula?

Advertisements