RENUNGAN PETANG 17 FEBRUARI 2017



Jumat 17 Februari 2017




Pendalaman:



Dalam bahasa modern ayat dalam Galatia 5:22, 23 dapat dibaca seperti ini: “Buah Roh adalah sesuatu yang penuh kasih sayang, kecenderungan untuk mengasihi, roh yang bercahaya dan temperamen yang gembira, pikiran yang tenang dan sikap yang diam, menunjukkan kesabaran terhadap keadaan-keadaan yang sulit dan terhadap orang-orang yang suka menguji, sebuah pandangan yang bersimpati dan memberi pertolongan yang bijaksana, keputusan yang murah hati dan kebaikan hati yang besar, kesetiaan dan dapat dipercaya dalam semua keadaan, kerendahan hati yang melupakan diri untuk sukacita bagi orang lain, mengendalikan diri dalam segala hal, yang adalah tanda terakhir kesempurnaan. Inilah jenis tabiat yang disebut Buah Roh. Segala sesuatu di dalam dunia ini adalah buah. Ini bukan karena perjuangan diri, tetapi karena tinggal di dalam-Nya; bukan karena kecemasan, tetapi karena percaya; bukan oleh usaha, tetapi oleh iman”—S. Chadwick, di dalam tulisan Arthur Walkington Pink, The Holy Spirit (Bellingham, Wash.: Logos Bible Software, n.d.), pasal 30.


“Jika kasih akan kebenaran itu ada di dalam hatimu; Anda akan berkata-kata tentang kebenaran. Anda akan membicarakan berkat pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus. Jikalau Anda memiliki kasih di dalam hati Anda, Anda akan berusaha mengangkat dan membangun saudara Anda dalam iman yang paling suci. Jika ada kata jahat terlepas yang merusak tabiat saudara atau sahabat Anda, jangan dukung pembicaraan jahat ini. Ini adalah pekerjaan musuh. Ingatkanlah si pembicara bahwa Firman Allah melarang percakapan seperti itu”—Ellen G. White, Ye Shall Receive Power, hlm. 76.


Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:



  1. Dalam UKSS, bicarakan pertanyaan terakhir yang ada pada pelajaran hari Kamis sehubungan dengan pengendalian diri. Mengapakah kemenangan atas dosa sangatlah penting jika kita diselamatkan oleh anugerah? Bahkan, bukankah Injil adalah soal pengampunan dosa? Pada saat yang sama pikirkan mengenai tabiat Yudas dan apa yang dilakukan oleh dosa ketamakan terhadap dirinya. Apakah yang dapat kita pelajari dari pengalamannya untuk menjawab pertanyaan mengenai kebutuhan akan kemenangan? Juga bagaimanakah kutipan Ellen White berikut ini dapat membantu menjawab akan pentingnya kemenangan atas dosa? “Satu sifat tabiat yang salah, satu keinginan berdosa yang dibuahi, akan secepatnya memusnahkan semua kekuatan Injil.”—Testimonies for the Church, jld. 5, hlm. 53.

  2. Mengapakah buah Roh lebih penting daripada semua karunia Roh?

  3. Bacalah dengan keras 1 Korintus 13 dalam UKSS dan bicarakan apakah artinya. Mengapakah Paulus menaruh sebuah penekanan besar akan kebutuhan terhadap kasih? Bagaimanakah kita dapat belajar untuk mengasihi sesuai dengan yang Paulus sampaikan? Mengapakah mati terhadap diri dan tinggal di dalam Kristus sangatlah penting, khususnya dalam mengasihi mereka yang benar-benar tidak kita sukai?

Advertisements