RENUNGAN PETANG 14 FEBRUARI 2017



​Sukacita, Damai Sejahtera, dan Kesabaran




Roma 14:17 berbunyi: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Sukacita adalah reaksi kasih kepada berkat Allah dan belas kasihan-Nya yang besar, dan pengampunan.


Saat ini, biasanya sukacita manusia difokuskan kepada hal-hal duniawi dan dipengaruhi oleh kondisi sekitar kita. Sukacita yang berakar di dalam buah Roh berfokus pada Allah dan apa yang Dia sudah lakukan buat kita. Sukacita itu tidak dimotivasi oleh situasi sekitar kita. Sebagai umat Allah, kita haruslah bersukacita. Ini bukan berarti kita harus tersenyum setiap saat, walaupun senyum persahabatan itu memang memberikan banyak arti. Tetapi kepercayaan kita kepada Allah akan memberikan kita alasan-alasan yang berlimpah untuk bersukacita melalui kata-kata yang tidak terucapkan terhadap apa yang sudah Dia lakukan kepada kita dan di dalam kita. Sukacita rohani adalah hasil iman yang aktif.


Bacalah Yoh. 14:27 bersamaan dengan Rm. 14:17. Bagaimanakah damai sejahtera berkaitan dengan Roh Kudus?


Damai sejahtera lebih bertahan daripada sukacita. Damai sejahtera datang sebagai hasil pembenaran oleh iman dalam Tuhan Yesus Kristus (Rm. 5:1). Ketika kita berdamai dengan Allah, Roh Kudus akan menuntun kita untuk menjadi lebih tenang dan sabar terhadap orang lain. Karena Allah damai sejahtera akan bersama-sama dengan kita (Flp. 4:9) melalui Roh Kudus, kita tidak akan bersungut dan mendendam kepada orang lain. Gantinya kita akan berusaha hidup sedamai mungkin dengan semua orang (Rm. 12:18).


Bacalah 2 Ptr. 3:9. Bagaimanakah kesabaran memantulkan tabiat Allah?


Kesabaran bukanlah sebuah ciri umum umat manusia. Itu artinya kalah terhadap yang lain dan terhadap keadaan, bahkan ketika segala sesuatu tidak berjalan lancar. Benar, bahkan ketika di dalam pencobaan, kita tidaklah sendiri. Allah menjaga kita melalui Roh Kudus-Nya dan membangun kesabaran, yang adalah ciri khas umat percaya di akhir zaman (Why 14:12). Hanya mereka yang bertujuan kepada tujuan yang pantas yang dapat menjadi orang sabar.


Sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran. Berapa banyakkah dari buah ini yang Anda alami dalam hidup Anda? Di bagian manakah yang Anda butuh agar lebih berguna dalam diri Anda?

Advertisements