RENUNGAN PAGI 11 FEBRUARI 2017



​Aturan untuk Hidup



Keluaran 34:28 (TB) Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.



Betapa besar Allah yang kita layani! Dia Tidak hanya mengulurkan tangan untuk berhubungan dengan kita yang hilang, tetapi juga Dia menyediakan dengan tangan-Nya sendiri aturan, yang bila diamati dengan benar, akan memberikan kesehatan dan kebahagiaan yang maksimal kepada mereka yang menurut. Daud Menekankan hal itu ketika dia menulis: “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya…. Hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua” (Mzm. 19:8-10).


Sepuluh Hukum Allah merupakan satu-satunya bagian dari Alkitab yang ditulis oleh Allah. Bagian lain dari Kitab Suci ditulis oleh manusia karena mereka mendapat inspirasi dari Tuhan—”oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (2 Petrus 1:21). Namun, Dekalog (hukum moral) tidak hanya sekadar inspirasi atau didikte atau disahkan oleh Sang Pencipta, hukum itu ditulis oleh-Nya dan diberikan kepada Musa kemudian kepada orang Israel dan melalui bangsa Israel umat-Nya, kepada seluruh umat manusia.


Beberapa orang menganggap Kristus, yang oleh kematian-Nya hukum upacara Musa, dihapuskan, demikian juga membatalkan hukum moral atau Sepuluh Perintah Allah. Tetapi Alkitab menyatakan sebaliknya. Yesus sendiri berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”(Yoh. 14:15); Yakobus mengingatkan bahwa mengabaikan salah satu dari perintah berarti mengabaikan semuanya (Yakobus 2:10); dan melalui Yohanes pewahyu, dalam pasal ucapan dari Alkitab, kepada kita diberitahukan. “Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan” (Why. 22:14).


Melalui Sepuluh Perintah Allah (Kel 20:3-17), Allah menjelaskan kehendak-Nya terkait dengan hubungan kita dengan-Nya. Keempat perintah pertama (ayat 3-11) merincikan tanggung jawab kita secara vertikal terhadap realitas-Nya; enam perintah terakhir (ayat 12-17) menguraikan tugas horizontal kita satu dengan yang lain. Dengan kata lain perintah-Nya itu jelas, komprehensif, dan secara mengagumkan sangat menarik untuk dedikasi rohani dan tugas praktis.


Mengapakah tidak membuatnya menjadi panduan hidup hari ini dan setiap hari?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s