RENUNGAN PETANG 10 FEBRUARI 2017

Jumat Petang.


Pendalaman:



Bacalah tulisan Ellen G. White, “Seumpama Ragi,” hlm. 66-72 dalam Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus.



Bagaimanakah kita bisa memahami kekudusan Allah sementara tubuh kita telah berdosa dan rusak dan Dia sendiri adalah Pribadi yang sangat kudus? Kekudusan-Nya menunjukkan bahwa Dia berbeda dan terpisah dari dunia yang berdosa dan kematian yang kita alami. Namun, di sinilah yang paling menakjubkan itu: Allah menawarkan kepada kita kesempatan untuk ambil bagian dalam kekudusan-Nya. Di bagian inilah yang dimaksudkan dengan sebuah hubungan perjanjian itu. “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Im. 19:2). Juga seperti yang dikatakan kitab Ibrani: “Sebab Ia menegur mereka ketika Ia berkata: ‘Sesungguhnya, akan datang waktunya,’ demikianlah firman Tuhan, ‘Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda…. Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,’ demikianlah firman Tuhan.
‘Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku’” (Ibr. 8:8, 10).


Dalam ayat-ayat ini kita dapat melihat hubungannya antara kekudusan, perjanjian, dan hukum. Kita tidak dapat menjadi kudus dengan terpisah dari penurutan hukum Allah, dan kita menuruti hukum-Nya sama seperti kepada diri-Nya sendiri, Roh Kudus menuliskan hukum-Nya di hati dan pikiran kita. Betapa sebuah kesempatan yang suci bagi kita: “Supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya” (Ibr 12:10) yang kita nyatakan dengan penurutan penuh kasih kepada hukum-Nya.


Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

  • Di UKSS, lihat kembali jawabanmu untuk pertanyaan yang ada pada akhir pelajaran hari Selasa tentang apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang menanyakan bagaimana memperoleh janji kemenangan terhadap dosa yang dirasakan dalam kehidupan mereka. Apakah yang akan Anda katakan kepada mereka?


  • Apakah artinya memiliki hukum Allah tertulis dalam hati dan pikiran kita? Mengapakah ini berbeda dengan memilikinya dalam bentuk tertulis pada loh batu?


  • Ketika Anda memikirkan kekudusan Allah, apakah yang bisa Anda pikirkan? Tanyakan kepada setiap anggota UKSS, apa pandangan mereka tentang kekudusan Allah itu. Apakah yang dinyatakan Yesus tentang kekudusan Allah itu?


  •  Apakah dasar kekudusan kita? Bagaimanakah kekudusan itu diraih?


  • Di awal pekan, pelajaran hari Rabu ditulis: “Hukum tidak dapat menyelamatkan kita. Tidak akan pernah dapat. Hukum Allah bukanlah jalan kita kepada keselamatan. Tetapi hukum itu adalah jalan penuntun bagi mereka yang sudah diselamatkan.” Bagaimanakah penyataan ini dapat menolong kita untuk mengerti peran hukum itu yaitu untuk menyucikan orang Kristen di mana Roh Kudus sedang bekerja?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s