RENUNGAN PETANG 3 FEBRUARI 2017

Jumat 3 Februari 2017


Pendalaman:
 

Adalah alami bila seseorang mencoba mengendalikan kehidupan seseorang. Kita sering bergantung pada usaha kita sendiri untuk menggapai semua yang kita bisa. Sementara banyak orang menghabiskan kehidupan mereka dalam sebuah pencarian untuk mengendalikan, yang lainnya memiliki ketakutan bila kehilangan pengendalian. Dilema manusia ini hanya bisa memperoleh jawabannya di dalam Allah. Dia mau Anda menyerahkan kepada Pencipta dan Penebusmu pengendalian sepenuhnya. Dia mengenal dan mengasihi Anda lebih daripada orang lain. Penyerahan ini membuka pintu bagi-Nya untuk bekerja dalam kehidupanmu. Dengan memilih untuk menyerahkan kehendakmu kepada tuntunan Roh Kudus Allah, maka Anda akan memiliki kedamaian-Nya yang luar biasa dan kesempatan yang tidak ada batasnya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi kita membutuhkan kemauan akan kuasa ini dalam kehidupan kita. Allah tidak pernah memaksa diri-Nya kepada kita. Agar menjadi makhluk yang bermoral maka kita perlu menjadi makhluk yang memiliki kemerdekaan. Dan menjadi benar-benar merdeka di dalam Kristus maka kita membutuhkan sebuah sikap meninggalkan, (yaitu keinginan untuk meninggalkan jalan kita yang lama yang penuh dosa dan jatuh), dan sikap patuh (yaitu patuh terhadap kuasa Roh Kudus). Agar sungguh-sungguh merdeka, kita harus sungguh-sungguh berserah kepada pengendalian Roh Kudus. Tidak terdapat pertentangan akan hal ini. Kebebasan kita ditemukan di dalam tindakan pembebasan dari penghukuman dan kuasa dosa, yang selalu memperbudak kita dan selalu menuntun kepada kematian. Dengan berserah kepada Tuhan, dan menyediakan jalan agar Roh Kudus tinggal, kita tidak hanya tidak dihukum tetapi kita juga menghidupkan kehidupan di mana kita “tidak berjalan menurut keinginan daging, tetapi menurut kepada Roh” (lihat Rm. 8:1). Itulah satu-satunya kemerdekaan yang benar, yang dapat pahami sebagai makhluk yang jatuh dan berdosa,.


Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

1. Beberapa orang menganggap bahwa kebebasan adalah kemampuan untuk melakukan semua yang kita mau, kapan kita mau, dan dengan cara yang Anda mau. Apakah kesalahan yang terdapat dalam konsep ini dari segi Kekristenan? Apakah pandangan Alkitab mengenai kebebasan yang benar? (Lihat Mzm. 119:45; Luk. 4:18; Yoh. 8:34-36; 2 Kor. 3:17; Gal 5:1.)


2. Mengapa sangat penting untuk mengesampingkan diri dan mengabdikan diri kita sepenuhnya bagi Allah sebelum Roh Kudus bekerja melalui kita dengan penuh kuasa? Apakah yang dapat Allah lakukan dalam diri kita agar dapat menjadi berkat bagi orang lain jika kita tidak, mengutamakan diri dan membuka hati bagi pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita?


3. “Kehidupan orang Kristen bukannya sesuatu perubahan sedikit atau perbaikan dari kehidupan yang lama, melainkan perubahan seluruhnya dari segala sifat. Ada kematian terhadap diri dan dosa dan suatu kehidupan yang benar-benar baru. Perubahan ini dapat terjadi hanya oleh pekerjaan Roh Kudus yang berhasil itu.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 172. Diskusikan bersama kelas penerapan akan kata-kata ini.


4. Bandingkan bukti kehidupan yang berpusat pada diri dengan sebuah kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus (lihatlah tabel hari Kamis). Diskusikan dengan UKSS tentang berkat besar kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus bagi kita.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s