RENUNGAN PETANG 1 FEBRUARI 2017

Rabu 1 Februari 2017


​Persyaratan: Bagian 2



Bacalah Kisah 5:32. Mengapakah penurutan kepada Firman Allah adalah satu persyaratan yang penting untuk menerima Roh Kudus?

Jadi, seperti saat ini, Roh Kudus dikaruniakan kepada semua yang menuruti Allah. Di dalam Alkitab, kasih dan penurutan bergandengan tangan, dan iman yang benar ditunjukkan dalam penurutan tersebut. Jika kita percaya kepada Allah dengan segenap hati kita, kita akan menuruti hukum-hukum-Nya. Yesus berkata: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku” (Yoh. 14:23). Penurutan adalah sebuah pilihan yang menuntun kepada sebuah gaya hidup yang mengikuti kehendak Allah seperti yang ditunjukkan di dalam hukum-hukum-Nya. Kita harus terus menurut jika kita mau menyatakan Yesus sebagai Tuhan kita (Luk. 6:46). Di dalam 1 Yohanes 2:4, 5 kita diberitahukan bahwa “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.” Kata-kata ini sangatlah keras. Dari Yohanes kita dapat mengetahui juga bahwa “Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita mengetahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita” (1 Yoh. 3:24). Ketika kita melakukan apa yang diperintahkan Allah, kita akan memiliki damai dalam hati kita.


Bacalah Yudas 18-21. Mengapakah kita perlu menghindari semua kenajisan jika kita ingin dipenuhi dengan Roh Kudus?



Api Roh Kudus tidak dapat terus menyala dalam kehidupan kita bila kita memiliki pemikiran duniawi. Roh Kudus bereaksi sangat sensitif terhadap kehadiran semua jenis dosa dan keduniawian di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu kita perlu menjaga diri kita sendiri di dalam kasih Allah dan terhubung dengan Allah melalui doa agar kita dapat menghindari semua kenajisan dan menunjukkan roh yang kuat, kasih, dan disiplin (2 Tim. 1:6, 7). Hanya melalui perjuangan yang ketat dan sengit terhadap dirilah yang dapat menjadikan kita orang-orang yang seharusnya. Tentunya kita tidak dapat melakukan hal itu dengan diri kita sendiri; pertempuran itu terjadi dalam pilihan kita apakah kita menyerahkan kehendak-kehendak kita di bawah pengendalian Roh Kudus ataukah mengizinkan daging ini mendominasi. Pilihan ada pada diri kita.

“Tidak ada batas pada kegunaan seorang yang mengesampingkan dirinya sendiri, menyediakan tempat bagi pekerjaan Roh Suci di dalam hatinya, dan menghidupkan suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 259. 

Bagaimanakah Anda dapat menerapkan kalimat Roh Nubuat ini kepada kehidupan kerohanianmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s