RENUNGAN PETANG 31 JANUARI 2017

Selasa, 31 Januari 2017


Persyaratan: Bagian 1


Firman Allah menunjukkan beberapa persyaratan dibutuhkan agar Roh Kudus tinggal di dalam kita. Kita akan melihat beberapa yang penting di dalam dua hari ke depan.

Bacalah Kisah 2:37, 38. Apakah yang menjadi persyaratan pertama untuk menerima Roh Kudus?


Satu persyaratan untuk menerima karunia Roh Kudus adalah pertobatan. Mendengarkan Firman Allah membangkitkan kesadaran kita dan dapat menuntun kita menyadari keberadaan kita yang sebenarnya yaitu penuh dosa dan telah hilang. Pertobatan yang benar adalah lebih daripada sekadar merasa menyesal karena akibat-akibat dosa kita yang menakutkan. Itu adalah sebuah perubahan hati dan pikiran yang menyeluruh agar kita dapat melihat dosa itu sesuai dengan kenyataannya: Sesuatu yang buruk, jahat, dan memberontak melawan Allah. Satu-satunya jalan agar kita dapat mengalami pertobatan yang benar adalah melalui jamahan kasih Allah: “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” (Rm. 2:4).

Bacalah Galatia 3:14 dan Yakobus 1:6-8. Mengapakah kita tidak dapat menerima Roh Kudus tanpa memercayai Firman Allah?


Yesus telah berjanji untuk mengirimkan Roh sebagai perwakilan-Nya. Di dalam iman kita menerima karunia yang dijanjikan. Tetapi jika kita meragukan janji Allah dan tidak percaya Firman-Nya, maka kita menjadi seperti orang yang mendua hati dan tidak dapat berharap untuk menerima sesuatu pun dari Allah. Iman lebih daripada sekadar persetujuan intelektual. Iman adalah menaruh kehidupan kita selaras, percaya bahwa Allah akan menepati Firman-Nya dan tidak akan mengecewakan kita walau apa pun yang terjadi.

Bacalah Lukas 11:8-10,13. Mengapakah doa pengantaraan yang sungguh-sungguh dapat membuat sebuah perubahan?


Allah tidak pernah enggan untuk memberikan Roh itu kepada kita. Allah selalu baik dan penuh kebajikan, lebih daripada yang dapat kita perbuat untuk anak-anak kita. Ketekunan doa kita tidaklah mengubah pikiran-Nya. Namun doa itu mengubah kita dan membawa kita ke dalam kehadiran Allah. Doa tidak membawa Allah turun kepada kita tetapi membawa kita ke atas kepada-Nya. Doa-doa kita yang sederhana menyingkapkan kebulatan tekad kita dan menyiapkan kita untuk karunia Roh itu.

Bagaimanakah kita dapat belajar untuk menjadi lebih sungguh-sungguh, rajin, dan penuh penyerahan diri di dalam kehidupan berdoa kita? Mengapakah mempelajari hal-hal ini adalah penting bagi kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s