RENUNGAN PAGI 31 JANUARI 2017

Selasa 31 januari 2017

Paskah yang Baru

“Jawab Yesus Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya Pesan Guru waktu-Ku hampir tiba, di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku ” (Matius 26:18)

Sementara pelayanan Paskah menggambarkan pengorbanan Mesias di dunia kita, pelayanan Perjamuan Suci yang Dia lembagakan sebelum Dia mati Menunjuk kepada kemuliaan kedatangan-Nya yang kedua kali. Dengan mengambil bagian dari roti yang dipecahkan dan anggur tanpa fermentasi, kita bergabung dengan Tuhan kita dalam perjanjian bahwa suatu hari nanti segera kita akan makan dan minum bersama-Nya dalam persekutuan di atas.
Tata cara kerendahan hati yang mendahului makan dan minum adalah saat mengaku dan bertobat—waktu untuk pengakuan rohani dan pengudusan kembali. Membasuh kaki seseorang dengan air melambangkan pembersihan dari dosa; itu adalah “baptisan mini,” permohonan kepada Allah untuk membasuh debu dosa dan kesalahan yang mungkin telah terakumulasi pada hati kita sejak perayaan terakhir liturgi kita ini.

Tetapi ketika kita mengikuti upacara Perjamuan Kudus, kita seharusnya tidak datang dengan kesedihan atau penyesalan, tetapi dengan penuh sukacita. Ketika kita memasuki bagian pelayanan ini, kita tidak diharapkan mengingat dan meratapi kekurangan [kita],” atau tenggelam dalam kegagalan masa lalu. Tahap membasuh kaki telah membuang semua perkara itu. Selama fase upacara ini, umat Allah “tidak seharusnya mereka berdiri dalam bayang salib, melainkan dalam terangnya yang menyelamatkan. Mereka harus membuka jiwa kepada sinar terang dari Matahari Kebenaran” (Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 300).

Pelayanan Paskah kuno dengan semua peragaan dan tatacaranya telah berakhir. Sakramen Perjamuan Suci yang Kristus tempatkan pada tempatnya jauh kurang dramatis, namun sama bermaknanya dan memiliki tuntutan yang sama untuk para pengikut-Nya. Memang benar bahwa tidak boleh ada yang tidak layak berpartisipasi dalam pelayanan ini (1 Kor. 11:27,29), yaitu yang tidak mengakui dosa-dosanya atau yang memiliki rencana jahat dalam hatinya.

Karena kesempatan untuk penyegaran mendahului saat-saat sukacita, setiap orang secara bebas dapat berpartisipasi dalam pelayanan ini, dan masing-masing dapat menerima kebangunan, pemulihan, dan dedikasi dalam mengambil bagian dari “roti hidup sehari-hari” dan “menerima firman-Nya dan melakukan kehendak-Nya” (The Seventh-day Adventist Bible Commentarv, Ellen G White Comments, jld. 5, hlm. 1140).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s