RENUNGAN PETANG 29 JANUARI 2017

Minggu, 29 Januari 2017​

Baptisan Roh Kudus


Bacalah Markus 1:8 (bandingkan dengan Mat. 3:11; Luk. 3:16, dan Yoh. 1:33), Kis. 1:5, dan 11:16. Upacara permulaan lain apakah yang bersama-sama dengan baptisan Roh?

Dalam Perjanjian Baru hanya ada tujuh ayat yang berbicara mengenai dibaptiskan di dalam Roh Kudus. Empat dari ayat-ayat tersebut kembali pada Yohanes Pembaptis dan menunjuk pada hari Pentakosta. Pada saat itu Roh Kudus diberikan untuk melayani permulaan “hari-hari terakhir” sejarah keselamatan.
Namun begitu, berbeda dengan Injil yang lain, Yohanes tidak menggunakan kalimat dalam bentuk akan datang (future tense) ketika ia berbicara perihal baptisan oleh Roh Kudus. Gantinya, ia menggunakan bentuk kalimat present participle, yang menunjukkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang secara terus-menerus berlaku (lihat Yoh. 1:33). Bentuk kalimat yang sama digunakan oleh Yohanes beberapa ayat sebelumnya di dalam Yohanes 1:29, ketika ia berbicara mengenai pekerjaan Yesus yang penting lainnya: Menanggung semua dosa dunia. Pelayanan Yesus termasuk menanggung dosa kita dan memberikan kepada kita Roh Kudus. Kedua hal ini juga dicatat di dalam Kisah 2:38. Sesudah mata mereka dibukakan kepada Kristus, murid-murid menerima keduanya: Pengampunan dosa dan Roh Kudus. Pengalaman yang sama dilaporkan mengenai umat percaya di rumah Kornelius di dalam Kisah 10:43,44, dan kemudian pasal 11:16. Baptisan air dikenal sebagai baptisan pertobatan (Kis. 19:4). Ketika kita bertobat dari dosa dan dibaptiskan di dalam nama Yesus, kita juga menerima Roh Kudus (Kis. 2:28-39).
Perjanjian Baru menyatakan, penerimaan Roh Kudus dan baptisan harus sama-sama dimiliki. Keduanya memberikan tanda akan kelahiran baru kita. Di dalam baptisan kita dikenal bersama Kristus, dan Yesus memberikan kita Roh Kudus agar kita dapat hidup di dalam kuasa-Nya dan mengabarkan kabar baik. Baptisan Roh Kudus bukanlah pekerjaan anugerah yang kedua yang pada tahap kehidupan selanjutnya oleh beberapa orang dihubungkan dengan karunia yang mengherankan.
Dalam 1 Korintus 12:13, Paulus tidak memiliki pengalaman yang unik seperti di hari Pentakosta, tetapi memiliki pengalaman umum semua umat percaya. Dia mengatakan bahwa oleh satu Roh kita semuanya dibaptiskan ke dalam satu tubuh, dan semua minum dari satu Roh. Paulus menekankan kesatuan. Kata “semua” sangatlah penting. Paulus menghubungkan permulaan semua orang percaya ke dalam tubuh Kristus bersama baptisan Roh.


Apakah yang menjadi pengalamanmu pribadi pada saat dibaptiskan oleh Roh Kudus? Apakah arti Roh Kudus itu bagi kehidupanmu? Akan jadi apakah Anda bila Dia tidak bekerja di dalam dirimu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s