RENUNGAN PAGI 27 JANUARI 2017

Jumat 27 Januari 2017

​Hari untuk Diingat

“Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: ‘Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini” (Keluaran 13:19).

Ketika umat Israel meninggalkan Mesir, mereka membawa serta tulang-tulang Yusuf-yang membuat permohonan terakhir beratus-ratus tahun sebelumnya (Kej. 50:25). Di tengah semua tanda-tanda dan keajaiban yang menyertai keberangkatan mereka, mereka mengingat untuk menghormati permintaan dari Bapa zaman dahulu. Betapa suatu demonstrasi kesetiaan indah kepada tua-tua mereka. Persiapan mereka untuk pindah kepada keadaan yang lebih baik tidak menyirnakan kesetiaan mereka kepada pendahulu mereka, demikian juga seharusnya dengan kita.

Ketika abad kedua puluh semakin menjauh di kaca spion pengalaman sehari-hari kita dan tanpa terelakkan kita bergerak lebih dalam ke dalam abad pertama milenium baru ini, semakin dekat ke akhir sejarah bumi, kita tidak boleh membiarkan keajaiban saat ini mengaburkan penghargaan kita kepada kontribusi mereka yang membuat negara kita menjadi seperti sekarang ini.

Kita berutang banyak kepada pelopor yang telah tiada. Inspirasi dari pekerjaan masa lalu yang dilakukan oleh umat Allah sangat penting untuk kepastian dan tujuan pekerja sekarang ini. Saat kita mengingat cara Tuhan memimpin di masa lalu, kita sadar akan kata-kata nabi: “Setelah mengulangi sejarah kita yang telah lalu, setelah mengalami setiap langkah kemajuan hingga sampai pada keadaan kita yang sekarang, saya dapat berkata, Puji Tuhan! Oleh melihat apa yang dilakukan Allah, saya dipenuhi rasa keheranan, lalu percaya pada Kristus sebagai pemimpin.

Kita tidak perlu takut menghadapi masa depan, kecuali kita melupakan pimpinan Tuhan, dan ajaran-Nya pada masa lalu” (Nasihat bagi Jemaat, hlm. 501).
Ada beberapa jembatan yang perlu dibakar; beberapa masa lalu yang perlu dilupakan, beberapa peristiwa yang telah lalu dikeluarkan dari ingatan kita; beberapa masa lalu yang harus dihapus dari layar memori kita, tetapi jangan pernah hapus kenangan mereka yang kepribadian dan kemenangannya secara positif membuat warisan kita. Kita sedang berdiri di atas bahu para raksasa rohani yang kontribusinya kepada kehidupan individu dan bersama dapat dan seharusnya menjadi inspirasi istimewa saat kita maju dalam keyakinan iman yaitu masa depan bersama Kristus, Paskah kita yang lebih baik, yang telah aman di tangan-Nya yang pernah terpaku itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s