Renungan Petang 23 Januari 2017

SENIN 23 Januari 2017

Sisi Pribadi Roh Kudus: Bagian 1

Ketika Anda membaca ayat berikut ini, tanyakan pada diri Anda sendiri apakah ayat-ayat ini sedang berbicara tentang satu kuasa impersonal atau Pribadi yang Ilahi. Rm. 8:14-16, 27; Rm. 15:30; 1 Kor. 2:10; Kis. 8:29; 10:19,20; 28:25.
Dapatkah kuasa impersonal mengantarai demi kita? Apakah roh atau kuasa impersonal memiliki kemampuan untuk menyatakan kepada kita hal-hal tentang Allah? Apakah pengaruh impersonal memiliki kemampuan berbicara? Semua pernyataan Alkitab akan lebih masuk akal jika Roh Kudus memiliki kepribadian, dan bukan sebagai kekuatan impersonal.
Bacalah ayat-ayat berikut ini. Apakah sifat-sifat pribadi yang dimiliki oleh Roh Kudus dalam ayat-ayat ini? Ef. 4:30; Kis. 5:3, 9; 1 Kor. 12:11; Rm. 15:30.
Ciri sebuah kepribadian yang unik adalah pengetahuan (pengertian), perasaan, dan kemauan. Hanya makhluk pribadilah yang dapat berdukacita. Hanya satu pribadilah yang dapat ditipu dan dibohongi. Hanya makhluk pribadilah yang memiliki kemampuan untuk memilih sesuai kehendaknya dan memiliki kemauannya sendiri. Kehendak itulah yang mungkin salah satu dari elemen dan sifat yang paling unik di dalam kepribadian seseorang. Dan hanya makhluk pribadi saja yang memiliki kemampuan untuk mengasihi. Kasih yang benar tidak dapat dibayangkan di dalam cara yang tidak nyata dan impersonal. Kasih datang bersamaan dengan sentuhan pribadi. Predikat kepribadian dalam ayat ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah pribadi yang sadar akan diri-Nya, dapat mengenal diri sendiri, kemauan sendiri, dan menentukan diri sendiri, mampu mengasihi. Dia bukanlah sebuah pengaruh yang tidak nyata atau inti dari kepribadian. Roh Kudus berbicara secara pribadi karena Allah sendiri adalah Allah yang berkepribadian.
“Roh Kudus mempunyai kepribadian, kalau tidak Ia tidak bisa membawa kesaksian kepada roh kita dan dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ia juga haruslah pribadi Ilahi, kalau tidak Ia tidak bisa menyelidiki rahasia-rahasia yang terdapat dalam pikiran Allah.”—Ellen G. White, Mari Bersaksi, hlm. 659.
Bagaimanakah pandangan Alkitab bahwa Roh Kudus memiliki kepribadian memberikan pengaruh dalam hubungan kita dengan Dia? Perbedaan apakah yang terjadi seandainya Roh Kudus itu hanyalah kuasa impersonal berbeda dengan Allah sendiri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s