Renungan Pagi 23 Januari 2017

​Kuasa Darah

“Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan” (Keluaran 12:29)


Keutamaan dan tempat darah memiliki makna yang istimewa. Tetapi tidak satu pun mengenai Paskah yang berbicara lebih kuat mengenai keselamatan kita daripada kuasa darah.
Seberapa radikalkah darah Paskah mengatur ulang pandangan mereka yang terkait? Bagi orang Mesir, ketiadaannya berarti mati, dengan kekacauan dan duka yang mendalam. Tetapi untuk bangsa Israel dan semua mereka yang ada di Mesir yang percaya dan mengikuti perintah Yehuwa, itu berarti persetujuan dan penyelamatan dan sukacita yang tak terkatakan karena berpartisipasi dalam pemenuhan janji-Nya yang istimewa untuk Abraham. Kesejajarannya dengan kita sangat jelas. Untuk semua yang menerima darah Kristus dan menurut, ada kehidupan kekal. Bagi mereka yang menolak pengorbanan -Nya, ada hukuman luar biasa di mana tidak ada naik banding.
Seperti Firaun, penolakan tidak datang secara tiba-tiba; itu terjadi hanya setelah dia menolak untuk mengindahkan peringatan sembilan tulah pertama sampai akhirnya penghakiman akhir dieksekusi kepada tanah Mesir. Sikap sabar Pencipta tidak dengan cepat meninggalkan orang berdosa. Dia memperpanjang pilihan surga menawarkan jangka waktu yang lebih panjang berusaha untuk memenangkan hati orang yang tidak mengenal-Nya atau yang telah bertemu dengan Dia tetapi masih menolak untuk taat.
Bagi orang benar, darah adalah sumber dari daftar panjang pelepasan. Oleh darahlah kita bisa mendapat pengampunan (Ef. 1:7) dan penyucian (1 Yoh. 1:7) dan pembenaran (Rm. 5:9) dan pengudusan (Ibr. 13:12) dan kemenangan (Why. 15:2) dan persekutuan (1 Kor. 10:16) dan pembelian (Kis. 20:28) dan penebusan (Kol. 1:14).
Hanya darah-Nya yang cukup kaya, cukup langka, dan cukup benar untuk membeli kembali kekuasaan yang hilang untuk memenuhi tuntutan keadilan dan untuk mengayunkan pedang pembalasan.
Penulis himne, terinspiraai bertanya. “Akankah Anda bebas dan beban dosa?” Dan untuk menanggapinya ;”Ada kuasa, kuasa, kuasa ajaib dalam darah berharga Anak Domba.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s