Renungan Petang 22 Januari 2017

MINGGU 22 JANUARI 2017


​Gambaran Yesus Mengenai Roh Kudus



Bacalah Yohanes 16:13, 14; Yohanes 15:26, 27; dan Yohanes 14:17, 26.



Tabiat pribadi apakah yang dinyatakan Yesus mengenai Roh Kudus di dalam ayat ini? Apakah artinya bagi Anda bahwa Yesus menggambarkan Roh Kudus sebagai seorang Penolong atau Penghibur (parakletos)?
Menurut Yesus, Roh Kudus menuntun, berbicara, mendengar, menyingkapkan, dan memuliakan (Yoh. 16:13, 14). Roh Kudus juga mengajar dan mengingatkan kita (Yoh. 14:26). Dia berdiam di dalam kita (Yoh. 14:17), Dia bersaksi (Yoh. 15:24, 26) dan Dia menginsafkan (Yoh. 16:8). Tampaknya semua ini seperti tindakan sebuah kepribadian yang berkuasa dari pada sekadar kuasa yang tak tampak.


Bacalah Yohanes 14:16-18. Bagaimanakah janji Yesus digenapi? Bagaimanakah para murid tidak ditinggalkan sendirian? Yesus memedulikan semua pengikut-Nya. Dia tidak akan pernah meninggalkan murid-murid-Nya menjadi yatim piatu. Dia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus. Di sini secara khusus Yesus berkata bahwa Ia akan mengirim “penolong yang lain” atau “penghibur.” Kata-kata yang Yesus gunakan di sini sangatlah penting. Dia berjanji akan mengirimkan Penolong yang lain. Bukan seorang yang berbeda. Kata Yunani untuk kata “yang lain” adalah “allos.” Di dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru “allos” mengindikasikan bahwa Kristus akan mengirim penghibur yang lain yang secara angka berbeda tetapi sama tabiat, yaitu sama dengan diri-Nya sendiri.


Dengan kata lain, Yesus menjanjikan Seorang sama seperti Diri-Nya sendiri, Seorang yang akan mengambil tempat-Nya, Seorang yang akan melanjutkan pekerjaan-Nya di dalam kita, dan yang adalah perwakilan-Nya.


Pekerjaan Roh Kudus adalah pekerjaan seorang penolong atau penghibur. Alkitab menggunakan kata Yunani parakletos (Yoh. 14:16) untuk menggambarkan seseorang yang dipanggil untuk menyokong, menolong, seseorang yang dipanggil untuk membantu kita. Sama seperti Yesus adalah Pribadi, demikian pula Roh Kudus adalah juga Pribadi. Pandangan ini didukung dengan kenyataan bahwa sifat-sifat pribadi sering dipakai kepada Roh Kudus (lihat Yoh. 14:26; 15:26; Kis. 15:28; Rm. 8:26; 1 Kor. 12:11; 1 Tim 4:1).


Mengapakah hal ini sangatlah menghibur ketika kita tahu bahwa Roh Kudus adalah seseorang yang berkepribadian dan bukan hanya sekadar sebuah kuasa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s