Renungan Pagi 22 Januari 2017

​Tempat Darah


“Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir” (Keluaran 12:13).



Perhatikan, bukan di dinding gereja atau pintu sekolah darah itu harus dipercikkan, tetapi pada jalan masuk ke rumah mereka. Betapa pengingat yang berperan penting dan kehidupan keluarga menuju kemakmuran individu dan kebersamaan!


Pentingnya rumah bagi kesejahteraan sosial iuga diwujudkan dalam mandat Alkitablah: ‘Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dan situlah terpancar kehidupan’ (Ams. 4:23) Jantung masyarakat dan bangsa adalah rumah tangga. Rumah tangga adalah pabrik yang produknya (warga individu) membangun masyarakat kita. Ketika pabrik melakukan proses yang salah, dia akan menghasilkan (anak-anak) yang tidak sopan, tidak bersemangat, tidak disiplin, dan memiliki niat jahat Hasilnya terlihat dalam kekacauan menakutkan dari kegilaan kepelesiran dan materialistis di zaman kita ini.


Ikatan penting antara kehidupan keluarga dan pribadi serta kesejahteraan sosial dicatat oleh fakta bahwa fokus kepada keluarga diberikan tidak kurang enam dari 10 isi hukum moral. Pengaruh rumah tangga termaksud dalam perintah ke-2,4,5,6,9, dan 10. Rumah tangga juga mengaplikasikan gambar yang olehnya Alkitab merujuk kepada hubungan keanggotaan gereja: “Allah adalah Bapa kita, Yesus Anak-Nya adalah saudara kita, gereja itu sendiri adalah keluarga Allah, kita, orang percaya adalah saudara dan saudari, dan kita semua adalah anak-anak dalam rumah tangga iman.”


Lebih jauh lagi dengan membangun keluarga Alkitabiah adalah fakta bahwa gereja disebut sebagai “rumah doa bagi segala bangsa’ (Yes. 56:7). Mereka yang diselamatkan disebut “menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya’ (lihat Efesus 1:5), kembalinya Tuhan kita disebut ‘mempelai pria datang,” gereja-Nya yang suci disebut ‘mempelai yang menunggu’ dan Kedatangan-Nya yang Kedua disebut’pernikahan Anak Domba.’
Keberhasilan unit keluarga individu kita, kelompok keluarga yang membentuk jemaat kita, dan keluarga gereja yang merupakan tubuh dunia orang percaya bergantung langsung pada bagaimana kita mengaplikasikan darah Nya setiap hari dalam semua perjuangan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s