Renungan Pagi 21 Januari 2017

​Pentingnya Darah

  • “Kemudian dan darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang Pintu dan pada ambang atas pada rumah-rumah di mana orang memakannya” (Keluaran 12:7)

Sebenarnya, malaikat pembalas itu tahu siapa yang taat, tanpa mempedulikan di mana darah itu berada, tetapi sebagai ujian kepercayaan mereka kepada janji-janji Allah dan kesediaan mereka untuk secara ketat mematuhi arahan-Nya, Dia memerintahkan agar darah ditempatkan pada tiang dan ambang yang membingkai pintu masuk masing-masing tempat kediaman rumah tangga Kebutuhan penting untuk mengikuti dengan setia petunjuk tentang memercikkan darah mengingatkan kita bahwa kita diciptakan dengan kebebasan kehendak—tidak seperti robot yang diprogram untuk patuh kepada rutinitas, cara mekanis. Keinginan Pencipta adalah pelayanan kasih dan ketaatan sukarela. Pohon pengetahuan baik dan jahat adalah ujian bagi orangtua pertama kita. Sabat dan rencana persepuluhan adalah ujian bagi kita zaman ini.

Bahkan ada alasan yang lebih besar untuk memercikkan darah di posisi yang terpampang seperti itu. Dengan pemandangan darah yang jelas seperti ini, bangsa Israel dan keturunan rohaninya selamanya diingatkan tentang pentingnya pengorbanan Kristus.

Seberapa pentingkah darah-Nya bagi keselamatan kita? Darah ini benar-benar bertanggung jawab Seperti organisme fisik kita dibuat hidup dan ditopang oleh kualitas pendukung hidup yang didistribusikan ke seluruh tubuh kita dalam sistem rumit arteri dan vena, demikian juga kita secara rohani dikuatkan dan ditopang oleh darah Yesus. Hal ini karena hidup ada dalam darah yang Allah tetapkan penumpahannya sebagai lambang pengorbanan Kristus. Dia adalah domba Paskah kita, dan penghargaan kita dan ketergantungan pada darah-Nya harus sangat jelas. Ini harus menjadi rangkaian semua ajaran kita, sorotan semua kesaksian kita, dan bergema dalam seluruh khotbah kita. Dominasi catatan kesaksian kita, pemikiran terdalam hati kita, sukacita harian kehidupan kita seharusnya menjadi inti dari alunan musik yang menyatakan:

“Darah yang Yesus curahkan bagi saya,

Saat di Kalvari;

Darah yang memberi saya kekuatan dari hari ke hari.

Tidak akan pernah kehilangan kekuatannya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s