RENUNGAN PAGI 15 JANUARI 2017

​Seluruh Domba

“Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi, apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api” (keluaran 12:10)


Dalam kebanyakan iklim proses pembusukan tubuh berlangsung sekitar 72 jam setelah napas meninggalkan tubuh—sebuah periode dua kali lebih lama sebagaimana Yesus tinggal di dalam kubur. Akibatnya, tidak ada pembusukan daging dari Guru itu. Sifat kerohanian-Nya adalah rentan terhadap dosa, dan daging fisik-Nya, tanpa makanan dari darah yang mengalir dan sistem saraf yang aktif, rentan terhadap pembusukan, tetapi itu tidak terjadi. Daging yang tidak berdosa tidak akan membusuk
Yesus bangkit menurut prediksi-Nya sendiri (Yohanes 2:19), upaya frustasi Setan adalah untuk mengurangi tubuh-Nya menjadi ketiadaan. Bahkan jika tubuh manusia memburuk, makhluk Ilahi-Nya akan tetap bertahan dalam keabadian. Karena penting bagi fungsi-Nya sebagai imam besar bagi kita maka kemanusiaan-Nya dipertahankan, Dia tidak mengalami pembusukan tubuh.
Mempertahankan tubuh Kristus tidak hanya berbicara mengenai pelayanan-Nya sekarang ini, tetapi juga untuk acuan kita kepada firman-Nya. Tidak ada bagian dari Alkitab yang bisa dianggap remeh atau dibiarkan begitu saja. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim. 3:16).
“Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yang tersembunyi; Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama yang diungkapkan!” Meskipun perubahan waktu dan budaya membuat beberapa hukum dan budaya Alkitab tidak dapat diaplikasikan pada zaman kita, tidak ada bagian dari Alkitab yang tidak mendidik kita zaman ini. Bahkan, hukum dan upacara Musa, yang tidak lagi mengikat, memberikan penjelasan berharga sehubungan karakter dan kehendak Allah. Tak satu pun dari firman-Nya yang dapat diabaikan karena tidak relevan atau tidak diperlukan.
Firman itu hidup: Wahyu dari pemikiran Allah. Firman ini mengenai janji dan rencana keselamatan yang tidak hanya meninggikan dan memuliakan Anak Domba Allah, tetapi juga memberikan kita motivasi dan kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya. Inilah sebabnya mengapa Daud menulis tentang ketetapan Allah. “Lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua…. Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar” (Mzm. 19:11,12)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s