RENUNGAN PETANG 13 JANUARI 2017

Jumat, 13 Januari 2017


Pendalaman: Tidak dapat dibantah, pekerjaan Roh Kudus sangatlah penting bagi perjalanan kita bersama Tuhan. Kita mungkin tidak dapat melihat Dia bekerja, tetapi kita dapat melihat pengaruh pekerjaan-Nya dalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain. Jika kehidupanmu telah berubah melalui iman dalam Yesus, itu dapat terjadi hanya melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hidupmu. “Meskipun angin itu sendiri tidak kelihatan, ditimbulkannya akibat-akibat yang tampak dan terasa. Demikianlah pekerjaan Roh itu di dalam jiwa akan menyatakan dirinya sendiri dalam setiap laku orang yang telah merasakan kuasanya yang menyelamatkan itu. Apabila Roh Allah sudah memiliki hati, maka kehidupan pun diubahkannya. Segala pikiran yang penuh dosa dibuang jauh, segala perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan damai menggantikan amarah, iri hati, dan perselisihan. Sukacita menggantikan dukacita, dan wajah memantulkan cahaya surga.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 173. Ini semua adalah janji yang indah, dan begitu banyak jiwa yang tidak bisa disebutkan telah membuktikan betapa nyatanya hal tersebut. Tetapi pekerjaan Roh Kudus bukanlah secara instan. Kita tidak secara otomatis menjadi orang-orang yang kita mau. Sebuah kehidupan yang beriman dan tunduk kepada Tuhan adalah kehidupan yang bergumul, berserah, dan bertobat ketika kita gagal. Roh Kudus adalah agen Ilahi yang bekerja di dalam kehidupan kita untuk membuat kita menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Ini pun adalah pekerjaan seumur hidup. Walaupun kesalahan dan kelemahan kita mendorong kita kepada penyerahan yang lebih besar kepada Tuhan kita, kita tidak boleh membiarkan si jahat menggunakan hal-hal itu untuk melemahkan kita di dalam kehidupan kekristenan kita, yang mana dia selalu mau buat itu kepada kita. Ketika tergoda dengan dosa kita, kita harus selalu ingat kematian Yesus untuk kebaikan orang berdosa. Sangatlah tepat karena kita adalah manusia berdosa, dan orang berdosa membutuhkan kasih karunia, Yesus mati bagi kita dan memberikan kita anugerah tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1. Apakah yang dapat diajarkan oleh teladan Roh Kudus mengenai melayani di belakang layar? Yaitu melakukan pekerjaan Tuhan dengan cara di mana orang lain tidak mengetahui tentang Anda, melihat, atau bahkan tidak menghargai dirimu?
2. Bagaimanakah Roh Kudus mengangkat Yesus dan menaruh Dia sebagai pusat perhatian? Bagaimanakah Anda dapat mengangkat Yesus tanpa menaruh diri Anda sendiri sebagai pusat perhatian? Mengapakah kadangkala hal ini sukar dilakukan? Bagaimanakah dapat kita memerangi kecenderungan alamiah untuk mempromosikan diri sendiri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s