RENUNGAN PAGI 11 JANUARI 2017

​Domba yang Tidak Bersalah

“Pada hari kamu mengunjukan berkas itu kam harus mempersembahkan seekor domba berumur setahun  yang tidak bercela, sebagai korban bakaran bagi TUHAN”(Imamat 23:12)


Paskah tetap menjadi pengingat abadi bagi keturunan Ibrani mengenai keluarnya mereka dari Mesir. Bahkan saat ini Yahudi Ortodoks merayakan permulaan ini dan menghidupkan kembali cara ajaib Allah merekayasa pembebasan umat-Nya. Untuk anak-anak Abraham pada zaman modem, harapan kebebasan akhir masih berakar pada pemahaman mereka tentang ritual pengorbanan kuno.
Anak-anak domba, tentu saja, tidak melakukan apapun yang layak membuat mereka harus mati Mereka tidak bersalah. Kristus, bagaimanapun, tidak hanya tidak bersalah dalam arti tidak melakukan apa-apa yang layak untuk kematian Dia tidak bersalah dalam arti bahwa Dia telah menghabiskan seluruh hidup- Nya untuk tidak melakukan apa-apa kecuali yang baik. Dan jika pernah ada manusia yang layak untuk hidup, Dialah orangnya.
Pilatus mengumumkan ketidakbersalahan-Nya tidak kurang dari tiga kali selama persidangan-Nya. Pertama, saat fajar pada Jumat pagi ketika Sanhedrin membawa kasus mereka kepadanya; kedua, ketika Yesus kembali ke Pilatus kemudian pemeriksaan-Nya oleh Herodes; dan ketiga, saat ia menyerah kepada tangisan massa haus darah, meminta dalam ketakutan. ‘Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya’ (lihat Lukas 23:22). Namun mereka membunuh Dia. Betapa kesalahan keadilan! Betapa kegagalan keadilan! Betapa pembalikan kebenaran! Betapa parodi kebenaran! Pada akhirnya, Pilatus berkata, ‘Saya menyatakan Dia tidak bersalah… salibkan Dia!”
‘Apakah Anda di sana ketika mereka menyalibkan Tuhanku?” Sebuah lagu bertanya. Ya, kita berada di sana. Karena kematiannya tidak hanya sesuatu yang dilakukan untuk kita; itu adalah tindakan yang dilakukan oleh kita. “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53.5).
Dia membayar utang yang Dia tidak miliki karena kita memiliki utang yang tidak bisa kita bayar. Dan karena ini, Dia adalah Paskah kita yang penuh berkat yang layak untuk menerima syukur dan penyerahan kita setiap hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s