RENUNGAN PETANG 9 JANUARI 2017

Senin, 9 Januari 2017

​Roh Kudus pada Saat Penciptaan


Pekerjaan utama Allah yang pertama di planet ini adalah penciptaan. Dengan jelas Alkitab menyebutkan Allah (Kej. 1:1) dan Yesus Kristus (Kol 1:16, 17) sebagai Pencipta langit dan bumi dan semua yang diciptakan (Yoh. 1:1-3). Tetapi, Alkitab juga menyebutkan kehadiran Roh Kudus di dalam pekerjaan Penciptaan.
Bacalah Kejadian 1:2; Ayub 26:13; 33:4; Mazmur 33:6; 104:29, 30. Apakah peran Roh Kudus pada saat Penciptaan? Bagaimanakah Roh Allah dihubungkan dengan penciptaan kehidupan?

Kisah Penciptaan dalam Kejadian 1:2 menyebutkan kehadiran Roh Allah pada saat penciptaan. Ayub 26:13; 33:4, Mazmur 104:29, 30, dan 33:6 menyokong peran aktif Roh Kudus pada saat Penciptaan bumi yang supra alami. Sementara Alkitab jelas menyebutkan Allah Bapa dan Anak-Nya yang Ilahi, Yesus Kristus,, aktif di dalam penciptaan (lihat Yes. 64:8; Kol 1:16, 17), Roh Kudus juga turut hadir, walau dengan cara yang hampir tidak kelihatan.
Roh Kudus tidak muncul sebagai pemeran utama dalam kisah Penciptaan. Gantinya, Ia “melayang-layang” di atas kekosongan, dan melalui pergerakan-Nya Dia hadir pada permulaan kehidupan bumi ini. Kata Ibrani untuk “melayang-layang” (merahepeth), di atas permukaan bumi yang digunakan dalam Kejadian 1:2 adalah sama dengan yang digunakan di dalam Ulangan 32:11, di mana Allah dibandingkan dengan seekor rajawali yang melayang di atas sarang anak-anaknya. Roh Kudus sunguh-sungguh terlibat pada saat penciptaan kehidupan bumi ini dan turut memelihara ciptaan yang baru tersebut seperti yang dilakukan oleh seekor rajawali terhadap sarangnya. Mazmur 104:20 menyatakan bahwa tindakan Penciptaan hanya dapat terlaksana melalui pekerjaan Roh Kudus dan Dia berperan aktif selama proses penciptaan tersebut.
Roh Kudus tidak hanya hadir pada saat Penciptaan bumi ini, Dia juga aktif di dalam proses penciptaan kembali, di mana Dia memberikan kita sebuah hati yang baru dan pikiran yang baru. Bagaimanakah kedua aktivitas Roh ini dihubungkan satu dengan lainnya? Bagaimanakah Sabat menyatakan kepada kita tentang pekerjaan Penciptaan dan penciptaan kembali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s