RENUNGAN PAGI 6 JANUARI 2017

​Mengapa Anak Domba?

“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga” (Keluaran 12:3)


Anak domba bukanlah satu-satunya pilihan bangsa Israel untuk dikorbankan. Berbagai macam hewan, termasuk sapi, kambing, dan merpati, juga digunakan dalam persembahan pengorbanan—masing-masing mewakili aspek penting dari pelayanan Kristus demi kepentingan kita. Merpati melambangkan kelembutan-Nya; lembu, kekuatan dan keteguhan-Nya; dan kambing, yakni pengganti-Nya menanggung beban dosa. Tetapi tidak ada hewan lain yang dapat mewakili esensi dari hidup-Nya seperti anak domba. Dalam hal jinaknya, domba yang taat memperlihatkan kelembutan, kerelaan, ketulusan Tuhan kita. Domba itu lemah lembut dan patuh; tidak ada ancaman terlihat dari mereka, tidak berdaya; mereka terkenal tidak bersalah dan rela menerima penganiayaan Bahkan kematian di tangan manusia adalah penderitaan tanpa amarah atau upaya pembalasan Seseorang sangat menekankan untuk membayangkannya sebagai hewan yang lebih mengasihi dan dapat dipercaya.
Inilah sebabnya mengapa domba, lebih dari makhluk atau objek lain, yang terbaik untuk mewakili Yesus. Dia adalah juruselamat kita, lemah lembut dan halus. Dalam kata-kata Nabi Yesaya “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian” (Yes. 53:7).
Nyanyian rohani Negro mengatakannya dengan baik:

 “Oh, mereka menyalibkan Tuhanku dan

Dia tidak pernah mengatakan keluhan.

Tidak satu kata pun, tidak satu kata, tidak satu kata.

Oh, mereka memakukan Dia ke salib, dan Dia tidak pernah mengatakan keluhan.

Tidak satu kata pun, tidak satu kata, tidak satu kata.”
Sebagai tambahan untuk gambaran dari kelemahlembutan Kristus, anak domba menandai sejumlah aspek lain yang sangat penting dan praktis dari pelayanan-Nya. Dalam beberapa budaya domba dimanfaatkan untuk makanan (1 Sam. 25:18), untuk susu (1 Kor 9:7), untuk pakaian (Ams. 31:13), serta untuk hadiah (2 Sam 17:27-29). Contoh-contoh ini mengingatkan kita kepada Kristus: Dia adalah penopang kita sehari-hari, sumber yang terus-menerus dari kesejahteraan kita, pakaian kebenaran kita, karunia Bapa yang melalui Anak memberi kita kekuatan hari ini dan harapan untuk setiap hari yang akan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s