RENUNGAN PETANG 4 JANUARI 2017

​Rabu 4 Januari

Roh Kudus sebagai Guru


Roh Kudus adalah instrumen bukan hanya untuk memberikan kepada kita Firman Allah yang tertulis tetapi juga untuk menolong kita memahami Firman itu dengan baik dan benar. Umat manusia telah digelapkan dalam pengertian mereka akan kebenaran; mereka, secara alamiah, jauh dari Allah (Ef, 4:18). Oleh karena itu Roh yang sama, yang telah menyatakan dan menginspirasikan Firman Allah, adalah Dia yang memampukan kita untuk memahami Firman itu. Masalahnya bukanlah Alkitab merupakan buku yang tidak dipahami. Na­mun masalahnya terletak pada sikap kita yang dicemari oleh dosa terhadap Allah, yang telah menyatakan diri-Nya sendiri di dalam Alkitab.

Roh Kudus adalah Guru yang ingin menuntun kita ke dalam pemahaman Alkitab yang lebih mendalam dan untuk menghargai Firman Allah dengan sukacita. Roh membawa kebenaran Firman Allah kepada perhatian kita dan memberikan kita pandangan yang segar ke dalam kebenaran itu sehingga kehi­dupan kita dapat ditunjukkan oleh kesetiaan dan penurutan yang penuh kasih kepada kehendak Allah. Ini dapat terjadi, hanya bila kita mempelajari Alkitab dengan hati yang sederhana dan mau diajar.
Bacalah 1 Korintus 2:13, 14. Apakah yang dituliskan oleh rasul Paulus tentang kebutuhan kita untuk menginterpretasikan hal-hal rohani secara rohaniah?

1 Korintus 2:13, 14

2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Dalam memahami Alkitab, kita sangat bergantung kepada Roh Kudus. Tan­pa Roh Kudus, hal-hal yang sangat penting di dalam kata-kata Alkitab tidak dapat dipahami, hanya arti bahasanya saja. Lebih jauh, sebagai orang berdo­sa kita sering melawan kebenaran Allah, bukan karena kita tidak memahami kebenaran itu tetapi karena kita lebih suka tidak mau mengikutinya. Tanpa Roh Kudus, tidak akan ada ketertarikan kepada pekabaran Allah. Tidak ada harapan, tidak ada kepercayaan, tidak ada kasih sebagai balasan. Betapa Roh membawa kehidupan dalam keharmonisan dengan kebenaran yang telah di­sampaikan oleh Roh Kudus.

“Banyak pendapat yang bertentangan, sehubungan dengan apa yang Alkitab ajarkan, tidak muncul dari ketidaljjelasan dalam buku itu sendiri, tetapi dari kebutaan dan praduga di dalam para penafsir. Manusia mengabaikan pernya­taan yang jelas dari Alkitab dan mengikuti alasan mereka yang menyesatkan diri mereka.”—Ellen G. White, The Advent Review and Sabbath Herald, 27 Ja­nuari, 1885. Bagaimanakah kesombongan Anda telah menjadi batu sandungan yang telah mencegah Anda dari menerapkan kebenaran Alkitab dalam hidup Anda? Di bagian keinginan apakah yang telah menghalangi Anda untuk me­nerima kebenaran Allah dalam hidupmu? Bagaimanakah dapat Anda belajar untuk menyerahkan segala sesuatunya pada Allah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s