RENUNGAN PETANG 3 JANUARI 2017

​SELASA 3 Januari

Roh Kudus dan Kebenaran Alkitab


Sementara penyataan adalah tindakan supra natural yang olehnya Allah menyatakan kebenaran kepada manusia yang telah dipilih, inspirasi adalah kegiatan Roh Kudus yang melindungi kebenaran dari apa yang para penulis tuliskan, agar kata-kata mereka tetap memiliki persetujuan penuh dari Allah. Allah membenci saksi dusta (Kel. 20:16) dan tak dapat berdusta (Ibr. 6:18). Dia disebut Allah yang benar (Mzm. 31:5: Yes. 65:16). Di dalam cara yang sama, Roh Kudus disebut “Roh kebenaran” (Yoh. 14:17).

Bacalah Mazmur 119:160. Apakah yang diajarkan ayat ini tentang se­gala sesuatu yang Allah nyatakan kepada kita?

Mazmur 119:160

119:160. Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.
Bacalah Yohanes 17:17. Apakah yang Yesus katakan kepada kita dalam ayat ini mengenai Firman Allah?

Yohanes 17:17

17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Firman Allah dapat dipercaya dan pantas diterima sepenuhnya. Bukanlah tu­gas kita untuk menghakimi Alkitab; sebaliknya Alkitablah yang memiliki hak dan otoritas untuk menghakimi kita. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup mem­bedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (lbr. 4:12).

Tentu, walaupun Alkitab dituliskan oleh mereka yang hidup di waktu, tem­pat, dan budaya tertentu (bagaimanakah kalau itu sebaliknya?), kita tidak bo­leh menggunakan kenyataan tersebut untuk melemahkan atau menghilangkan pekabaran Alkitab itu kepada kita. Sekali pintu itu terbuka, maka Alkitab akan menjadi tunduk kepada manusia dan penentuan mereka akan apa kebenaran itu. Hasilnya adalah banyak orang, sementara menegaskan percaya terhadap Alkitab, namun menolak beberapa hal seperti enam hari penciptaan, air bah, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan tubuh Yesus, dan kedatangan ke­dua kali secara nyata. Ini hanyalah beberapa dari kebenaran-kebenaran Alkitab yang bisa dipersalahkan orang, dengan menghakimi Alkitab, kebenaran itu di­buang. Itu bukanlah sebuah jalan yang harus kita tempuh.
Mengapakah sangatlah penting untuk menyerahkan pertimbangan ki­ta kepada Firman Allah daripada sebaliknya, menyerahkan Firman Allah kepada pertimbangan kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s