Renungan Petang 2 JANUARI 2017

Senin 2 Januari 2017

Roh Kudus dan Inspirasi


Inspirasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh Al­lah melalui pekerjaan Roh Kudus dalam menyampaikan pekabaran-Nya melalui manusia sebagai alat-Nya. Kita lihat, pekerjaan Roh Kudus dalam proses in­spirasi inilah yang menjadi alasan yang mendasar terhadap kesatuan kebenaran dalam Alkitab (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13), Roh Kudus akan menuntun kita ke­pada semua kebenaran.
Bacalah 2 Ptr. 1:21; Ul. 18:18; Mi. 3:8; dan 1 Kor. 2:9-13. Apakah yang dikatakan oleh ayat-ayat ini kepada kita mengenai penulis Alkitab dan tentang keterlibatan Allah dalam penulisan Alkitab?

2 Ptr. 1:21;

1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.


Ul. 18:18;

18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.


Mi. 3:8;

3:8. Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.


1 Kor. 2:9-13

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

“Oleh dorongan Roh Kudus” (2 Ptr. 1:21) adalah sebuah pengakuan yang kuat akan pekerjaan Roh Kudus di dalam proses inspirasi. Dalam 1 Korintus 2:9-13, Rasul Paulus mengakui pewahyuan dan inspirasi dilakukan oleh Roh Kudus. Kepada kita para rasul, Paulus katakan, Allah menyatakan hal-hal ter­sembunyi di mana mata belum pernah lihat, dalam ayat 9. Allah menyatakannya melalui Roh Kudus (1 Kor. 2:10). Para rasul telah menerima “roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita” (1 Kor. 2:12). Kemudian pada ayat 13 rasul itu merujuk pada pekerjaan inspirasi, di mana dia mengatakan hal-hal “yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh, menyatukan pikiran rohani dengan kata-kata rohani.” Paulus tidak memiliki keraguan terhadap Sumber dan otoritas dari apa yang se­dang dia kabarkan.

Sementara banyak bagian Alkitab merupakan hasil penyataan supra natural langsung dari Allah, namun tidak semua juga di dalam Alkitab dinyatakan de­ngan cara tersebut. JCadangkala Allah menggunakan para penulis Alkitab di da­lam penyelidikan pribadi mereka yang sungguh-sungguh terhadap sesuatu atau dalam mempelajari tulisan dokumen yang sudah ada (Yos. 10:13; Lak. 1:1-3) untuk menyatakan dan mengomunikasikan pekabaran-Nya. Jadi semua bagi­an dalam Alkitab diwahyukan dan diinspirasikan (2 Tim. 3:16). Inilah alasan mengapa Paulus mengatakan “segala” yang dituliskan, ditulis sebagai instruksi kepada kita, sehingga “menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpe­gang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Rm. 15:4). Allah yang berbicara dan yang menciptakan bahasa manusia memampu­kan orang-orang yang dipilih untuk mengomunikasikan dalam bahasa manusia pikiran yang diinspirasikan dalam cara yang dapat dipercaya.

“Allah senang untuk mengomunikasikan kebenaran-Nya kepada dunia me­lalui para agen manusia, dan Dia sendiri, oleh Roh Kudus-Nya, menentukan manusia dan memampukan mereka untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia me­nuntun pikiran untuk memilih apa yang akan dibicarakan dan apa yang akan ditulis. Harta berharga telah dipercayakan kepada bejana-bejana tanah liat, na­mun demikian, harta itu tetap berasal dari surga.”—Ellen G. White, Selected Messages, jld. l,hlm. 26.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s