RENUNGAN PETANG 1 JANUARI 2017

​Minggu 1 Januari

ROH KUDUS DAN WAHYU


Bagaimanakah Allah memastikan bahwa kehendak-Nya telah disam­paikan dengan benar kepada umat manusia yang berdosa? Allah melaku­kan hal ini dalam dua hal utama sehubungan dengan pekerjaan Roh Ku­dus: Wahyu dan inspirasi.
Di dalam proses pewahyuan, manusia bergantung pada pertolongan Sese­orang di luar diri sendiri untuk menyatakan hal-hal kepada kita di mana kita, sebagai ciptaan (yang sudah jatuh), tidak dapat mengenal dengan kemampuan kita. Itulah sebabnya Roh Kudus yang mengajarkan kita kebenaran-kebenaran yang harus dinyatakan kepada kita (lihat, sebagai contoh, Dan 2:19-23); jika tidak demikian kita tidak akan pernah mengetahui kebenaran tersebut melalui cara-cara alamiah.

Pewahyuan adalah proses di mana Allah membuat diri-Nya sendiri dan ke­hendak Ilahi-Nya dikenal oleh manusia. Ide mendasar sehubungan dengan kata pewahyuan adalah membuka selubung, atau membuka, menyingkapkan sesuatu yang sebelumnya tersembunyi. Kita membutuhkan pewahyuan karena, sebagian makhluk yang terbatas dan telah jatuh terpisah dari Allah oleh kare­na dosa, kita sangatlah terbatas terhadap apa yang kita dapat pelajari dengan usaha kita. Kita bergantung pada Allah untuk mengetahui kehendak-Nya. Oleh karena itu kita bergantung pada pewahyuan Allah karena kita bukanlah Allah dan hanya memiliki pengetahuan alamiah yang sangat terbatas tentang Dia.
Bacalah 2 Petrus 1:19-21. Apakah yang ayat ini katakan tentang asal- usul pekabaran nubuatan Alkitabiah? Apakah yang pekabaran asal-usul Alkitabiah itu katakan kepada kita tentang otoritas Alkitab?

2 Petrus 1:19-21

1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Menurut Rasul Petrus, pekabaran nubuatan Perjanjian Lama bukanlah ber­sumber dari manusia. Para nabi digerakkan oleh Roh Kudus dengan cara yang istimewa sehingga isi pekabaran mereka datang dari Allah. Mereka tidak men- ciptakan pekabaran yang berasal dari diri mereka sendiri. Mereka hanyalah sebagai alat dari kabar yang ingin disampaikan, bukan sumber kabar tersebut. Petrus sangatlah sengaja menekankan inspirasi sumber yang diinspirasikan oleh Roh: Walau ditulis oleh manusia, “sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbica­ra atas nama Allah” (2 l’tr. 1:21). Dan inilah asal mula Ilahi yang memberikan kepada Alkitab otoritasnya terhadap kehidupan kita.

Allah menggunakan manusia untuk mengabarkan Sabda-Nya kepada dunia. Bagaimanakah kita dapat digunakan oleh Roh Kudus untuk mela­kukan hal yang sama saat ini, bukan untuk menulis Alkitab tetapi dalam mengabarkan apa yang telah tertulis dalam Alkitab?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s